Rabu, 12 Oktober 2016

Klasifikasi Ternak Sapi



Klasifikasi Ternak Sapi Berdasarkan
Pembagian Bangsa, Ras/Breed Yang Ada Di Dunia
Sapi potong adalah sapi yang mampu memproduksi daging dengan cepat. Ciri-cirinya adalah bentuk tubuhnya yang lurus, padat, dalam dan lebar, serta bagian badan yang berbentuk segi empat dengan semua bagian badan penuh berisi daging. Sapi yang ada di dunia saat ini dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok sapi tropis dan kelompok sapi sub tropis. Kelompok sapi tropis contohnya sapi zebu, bos sondaicus, sapi bali, dan sapi Madura. Yang termasuk contoh sapi sub tropis adalah sapi Aberdeen angus, sapi Hereford, sapi shorthorn, sapi charolais, sapi Simmental, sapi frisien Holland, dan lain sebagainya.
Sapi-sapi yang tersebar di seluruh dunia, diperkirakan berasal dari persilangan enam kelompok leluhur bangsa sapi, yakni :
1.      Bos akeratos : kelompok bangsa sapi yang tidak bertanduk, berasal dr eropa utara.
2.      Bos brachicephalus : bangsa sapi dengan kepala pendek, leluhur bangsa Hereford, devon, dan Sussex.
3.      Bos frontosus : bangsa Simmental dan bangsa lain dari swiss dan jerman.
4.      Bos longifrons : sapi celtic, ukuran badan relative kecil, leluhur bangsa brown swiss.
5.      Bos nomadicus : sapi di india.
6.      Bos primigenius : sapi raksasa, leluhur sapi shorthorn.
Bangsa atau ras adalah kelompok ternak yang merupakan bagian dari kelompok jenis yang memiliki sifat-sifat morphologis dan fisiologis yang sama/hampir sama dan dapat menurunkan sifat-sifat tersebut kepada keturunannya. Bangsa bangsa sapi yang ada di dunia adalah sebagai berikut :
  1. Bos Taurus (Bangsa Sapi Eropa)
a)      Angus
Mengenal Berbagai Jenis Sapi
Bangsa sapi angus berasal dari negara skonlandia yang diimpor ke amerika untuk disilangkan dan dikembangkan guna meningkatkan industri sapi pedaging. Bangsa sapi angus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Berwarna hitam dengan bulu yang halus dan tidak bertanduk.
·         Ukuran badan relatif kecil, untuk jantan dapat mencapai berat badan sampai 850 kg sedang untuk betina mencapai 675 kg.
·         Berat lahir dan berat sapih termasuk golongan kecil.
·         Sifat yang menonjol dan mempunyai arti penting adalah tahan terhadap hawa dingin, mempunyai kemampuan memelihara anak, fertilitasnya tinggi.
·         Kualitas karkas istimewa dengan tulang-tulang yang kecil, perdagingan baik dan persentase lemak rendah.
·         Rata-rata pertambahan berat badan harian (ADG) mencapai 1,1 kg sampai 1,2 kg/hari.
Bangsa sapi ini di Indonesia dikembangkan di daerah Kabupaten Sragen  dan  hasil silangnya  (keturunannya)  memiliki  ADG   sebesar  0,58 kg per hari.
b)      Hereford
Image result for sapi hereford
Bangsa sapi Hereford berasal dari negara Inggris dan diimport pula ke negara Amerika untuk dikembangkan karena merupakan salah satu jenis bangsa sapi yang sangat disukai. Bangsa sapi  hereford memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Memiliki warna merah dengan bagian kepala, bagian bawah perut dan ekor berwarna putih serta bertanduk.
·         Memiliki bentuk badan persegi empat, kaki pendek dengan ukuran badan medium sampai berat.
·         Berat lahir medium dan berat sapih antara medium sampai berat serta berat badan sapi jantan dapat mencapai 950 kg sedang yang betina dapat mencapai 760 kg.
·         Sifat yang menonjol yaitu mempunyai ketahanan dan kemampuan merumput yang baik, daya adaptasi tinggi sehingga tahan terhadap alam yang jelek, temperamen baik dan memiliki efisiensi reproduksi serta ADG mencapai 1,25 kg.
·         Perdagingan tebal dengan mutu daging yang baik serta  tulang-tulang yang kuat.
·         Kelemahan dari sapi hereford yaitu tidak tahan terhadap caplak.

c)      Shorthorn
Image result for sapi shorthorn
Bangsa sapi shorthorn berasal dari negara Inggris, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Warna bulu yang khas menurut standard bangsa murninya tercatat mempunyai 3 warna yaitu merah, putih dan kecoklatan (roan).
·         Bentuk badan persegi empat dengan ukuran badan yang besar dibanding dengan kebanyakan sapi lain serta memiliki tanduk yang pendek.
·         Berat lahir sapi ini tergolong medium, sedangkan berat sapihnya antara medium sampai berat.
·         Berat badan  dapat mencapai 1000 kg untuk yang jantan dan 900 kg untuk yang betina.
·         Sifat yang menonjol yaitu temperamen baik dan dapat memanfaatkan hijauan secara efisien, pertumbuhan cepat, sifat menurunkan baik dan mempunyai adaptasi yang tinggi.
·         Kelemahannya yaitu memiliki kualitas karkas yang kurang baik.

d)     Charolais
Image result for sapi charolais
Bangsa sapi charolais berasal dari negara perancis dan memiliki tipe dwi guna (dual purpose) yaitu sebagai ternak kerja dan pedaging. Sapi ini mempunyai ciri-ciri :
·         Warna putih cream dengan pigmentasi kemerahan pada kulit, khususnya disekitar hidung, mata dan perut.
·         Sapi charolais umumnya bertanduk, tetapi ada pula yang tidak bertanduk.
·         Berat lahir maupun berat sapih tergolong berat, yaitu berat lahir dapat mencapai 45 kg dan berat sapih dapat mencapai 275 kg.
·         Tergolong sapi yang berukuran besar, dengan berat badan yang dicapai 1200 kg untuk yang jantan dan mencapai 750 kg untuk yang betina.
·         Rata-rata pertambahan berat badan harian (ADG) dapat dicapai  1,5-1,6 kg.
·         Sifat-sifat yang disukai yaitu perdagingan yang sempurna khususnya bagian loin dan paha belakang, tulang-tulang kuat, memiliki kemampuan mengasuh anak, kecepatan pertumbuhan tinggi, persentase karkas tinggi serta mempunyai daya tahan yang baik terhadap panas dan dingin.
Bangsa sapi charolais ini di Indonesia dikembangkan di daerah kabupaten Banjarnegara dengan  hasil silangnya (keturunannya) dapat memiliki ADG sebesar 0,71 kg/hari.
e)      Simmental
Image result for sapi simmental
Bangsa sapi simental ini berasal dari negaraswitzerlanddan merupakan salah satu bangsa sapi yang paling terkenal di eropa, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
·         Sapi simmental ini berwarna merah dan bervariasi mulai dari merah gelap sampai hampir kuning, totol-totol serta mukanya berwarna putih.
·         Bentuk badan dari sapi simmental ini panjang, padat dan kompak.
·         Sapi ini terkenal karena memiliki kemampuan menyusui anaknya dengan baik serta pertumbuahan yang cepat  dengan penimbunan lemak di bawah kulit rendah.
·         Tergolong sapi yang berukuran berat, baik pada saat kelahiran, penyapihan maupun saat mencapai dewasa.dengan pertumbuhan yang baik.
·         Berat badan  dapat mencapai 800 kg untuk sapi yang betina sedang untuk sapi yang jantan dapat mencapai 1150 kg.
Bangsa sapi simmental ini di Indonesia dikembangkan di daerah Kabupaten Batang dan hasil silangnya (keturunannya) memiliki ADG yang dapat mencapai sebesar 1,0 kg/hari.
2.      Bos Indicus (Bangsa Sapi India)

a)      Brahman
Mengenal Berbagai Jenis Sapi
Bangsa sapi brahman berasal dari Negara India dan termasuk golongan sapi zebu yang memiliki ukuran medium. Ciri-ciri dari sapi brahman adalah sebagai berikut :
·         Mempunyai tanduk dan warna bulunya bervariasi mulai dari abu-abu sampai merah.
·         Terdapat punuk yang sangat besar pada punggungnya dan memiliki lipatan kulit (gelambir) dari bawah leher sampai perut yang cukup besar.
·         Telinga lebar dan menggantung terkulai.
·         Berat lahir anak sapi Brahman tergolong medium tetapi memiliki ukuran berat sapih yang tergolong ringan.
·         Berat badan dari sapi brahman betina dewasa dapat mencapai 585 kg sedangkan sapi brahman yang jantan dewasa dapat mencapai lebih dari 900 kg.
·         Mempunyai sifat-sifat yang  hanya dipunyai olah bangsa sapi tertentu, yaitu ketahanan terhadap kondisi yang sangat minimal (buruk), mempunyai toleransi terhadap panas, kemampuan mengasuh anak baik, daya tahan terhadap penyakit dan parasit (resistensi) baik.
·         Sangat cocok untuk dipersilangkan guna menghasilkan hybrid vigor yang tinggi.
·         Rata-rata pertambahan berat badan harian (ADG) dapat mencapai 0,9 kg/ hari.
·         Kelemahannya yaitu toleransi yang rendah suhu udara yang rendah dan memiliki tingkat kesuburan (fertilitas) yang rendah.
Bangsa sapi brahman ini dikembangkan di daerah panas seperti Kabupaten Pati, Rembang, Kudus, Jepara, blora, Grobogan, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo. Hasil silangnya (keturunannya) memiliki ADG yang dapat mencapai 0,55 kg/hr.
b)      Ongole
Mengenal Berbagai Jenis Sapi
Ciri-ciri sapi ongole adalah sebagai berikut :
·         Berpunuk pada punggungnya, telinga besar dan menggantung serta bertanduk.
·         Terdapat lipatan kulit (gelambir) di bawah leher dan perut.
·         Warna kulit putih dengan bagian pinggul, leher dan sebagian kepala berwarna abu-abu atau putih kehitaman.
·         Berat badan dapat mencapai 450 kg untuk sapi yang betina dan 600 kg untuk sapi yang jantan.
·         Rata-rata pertambahan berat badan harian (ADG) dapat mencapai 0,4-0,6 kg/ hari dengan hasil silangnya (keturunannya) memiliki ADG yang dapat mencapai 0,28 kg/hr.
·         Ciri yang khas yaitu adanya warna hitam yang mengelilingi lubang mata yang biasa disebut cicin mata.

3.      Bos Sondaicus (Bangsa Sapi Tanduk)

a)      Sapi bali
Mengenal Berbagai Jenis Sapi
Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia dari hasil domestikasi Bos Banteng, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
·         Warna merah bata sampai coklat kehitaman dengan warna putih pada kaki mulai dari dengkul depan dan belakang (tarsus/carpus) kebawah, bagian bibir bawah, bagian pantat dengan bentuk seperti lingkaran.
·         Terdapat garis hitam (garis belut) pada bagian punggung yang dimuali dari leher sampai pangkal ekor.
·         Baik sapi bali jantan maupun beina memiliki tanduk.
·         Berat badan sapi bali betina dapat mencapai 300 kg dan yang jantan dapat mencapai 400 kg.
·         Mempunyai temperamen yang tinggi sehingga sifat liar masih terlihat.
Sapi bali ini merupakan sapi lokal yang memiliki tipe pedaging karena persentase karkas dapat mencapai 56,9 %.
b)      Sapi Madura
Mengenal Berbagai Jenis Sapi
Sapi madura merupakan persilangan antara Bos Indicus dan Bos Sondaicus, dengan ciri-ciri :
·         Warna coklat/merah bata, berpunuk kecil, tanduk melengkung setengah bulat menuju depan.
·         Berat badan dapat mencapai 200  kg untuk sapi betina dan sapi yang jantan dapat mencapai 300 kg.
·         Persentase karkas dari sapi madura ini dapat mencapai 48 %.

4.      Bangsa sapi hasil persilangan

a)      Santa Gertrudis
Sapi Santa Gertrudis
Bangsa sapi santa gertrudis merupakan persilangan antara bangsa sapi shorthorn dan brahman dengan komposisi darah 5/8 Shorthorn dan 3/8 Brahman. Bangsa sapi gertrudis memiliki ciri ciri sebagai berikut :
·         Mempunyai ukuran berat badan besar yaitu sapi betina dapat mencapai 725 kg sedang sapi yang jantan dapat mencapai 900 kg.
·         Pedet yang dilahirkan mempunyai berat lahir medium dan berat sapih antara medium sampai berat.
·         Sifat yang disukai dari sapi ini adalah konformasi daging yang baik, perkembangan paha belakang sempurna, kemampuan merumput baik serta memiliki daya tahan tehadap penyakit dan caplak, tahan panas, efisien dalam penggunaan pakan.
·         Kelemahan dari sapi santa gertrudis ini yaitu memiliki sifat mudah nervous/stress, lambat dewasa dan efesiensi reproduksinya rendah.
b)      Beefmaster
Sapi Beefmaster
Bangsa sapi Beefmaster merupakan persilangan yang mengandung darah Herefodr ¼ bagian, Shorthorn ¼ bagian , dan Brahman ½ bagian. Bangsa sapi Beefmaster memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Dikembangkan untuk tujuan produksi daging.
·         Warna sapi dapat berwarna merah, merah kecoklatan, coklat, atau kombinasi dengan ukuran badan yang tergolong medium yaitu berat lahir medium dan berat sapihnya tergolong berat.
·         Bangsa sapi beefmaster diseleksi untuk diambil sifat-sifat yang baik yaitu fertilitas, berat badan, konformasi tubuh dan ketahanan (resistensi).

c)      Brangus
Gambar Sapi Brangus
Bangsa sapi brangus ini merupakan hasil persilangan yang mengandung darah Brahman 3/8 bagian dan Angus 5/8 bagian. Bangsa sapi Brangus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Warna bulunya hitam, tidak bertanduk dan mewarisi punuk dari bangsa Brahman.
·         Memiliki ukuran badan yang tergolong berat, yaitu berat lahir termasuk golongan medium dan berat sapihnya termasuk golongan berat.
·         Sifat-sifat yang disukai dari bangsa sapi brangus ini meliputi konformasi badan yang bagus, pertumbuhannya yang cepat, daya tahan terhadap panas, daya tahan terhadap caplak serta kemampuan mengasuh anak cukup baik.

d)     Braford
sapi braford
Bangsa sapi braford ini merupakan hasil persilangan antara Brahman  danHerefordyang memiliki komposisi darah 3/8 Brahman dan 5/8Hereford. Bangsa sapi Braford memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·         Hasil persilangan memberikan karakteristik ukuran badannya medium, dengan berat lahir berukuran medium dan berat sapihnya berukuran berat.
·         Sifat-sifat yang banyak disukai dari sapi braford ini adalah kesanggupan untuk bertahan dalam kondisi dan tata laksana yang jelek, daya tahan terhadap panas, caplak dan penyakit, kemampuan mengasuh anak baik, konversi pakan yang cukup baik tetapi memiliki kelemahan  tidak tahan terhadap suhu udara yang rendah.


Minggu, 11 September 2016

Serba Serbi Peternakan

A.    Pengertian Peternakan
Serba Serbi Peternakan
Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Tujuan nya adalah untuk mencari keuntungan dengan penerapan prinsip manajemen pada faktor produksi yang dikombinasikan secara optimal. [1]
Gambar 1.1 Peternakan sapi
B.     Jenis-jenis Peternakan

1.      Ternak Besar
Merupakan peternakan dengan memelihara hewan berukuran besar. Contoh : kuda, kerbau, sapi. Ternak hewan jenis ini dapat diambil manfaatnya dalam bentuk susu, daging, kulit, dan tenaga sebagai alat transportasi. Selain itu, kotoran nya dapat digunakan untuk pupuk alamiah yang diperlukan dalam usaha pertanian dan perkebunan.
2.      Ternak Kecil
Merupakan peternakan dengan memelihara  hewan berukuran kecil. Contoh : kambing, domba, kelinci. Ternak hewan jenis ini dapat diambil manfaatnya dalam bentuk susu, daging, dan kulit,
3.      Ternak Unggas
Merupakan peternakan dengan memelihara hewan bersayap atau sebangsa burung. Contoh : ayam, itik, angsa, entog, burung puyuh. Ternak hewan jenis ini dapat diambil manfaatnya dalam bentuk telur, daging, bulu, serta sebagai penghibur untuk dinikmati suara atau keindahannya. [2]

C.     Pengertian Pakan Ternak

Pakan adalah makanan yang diberikan kepada hewan ternak. Setiap hewan ternak diberi pakan yang kadar nya sudah terpola. Nutrisi yang diberikan menggunakan bahan yang diolah dengan baik sehingga memiliki kualitas yang tinggi. [3] Pakan yang berkualitas adalah  pakan yang memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin seimbang. [4] Fungsi pakan yang utama sebagai sumber energi, selain itu pakan juga digunakan untuk hal tertentu, misalnya menghasilkan warna dan rasa tertentu, sebagai pengobatan, reproduksi, serta perbaikan metabolisme lemak. [5] Pakan yang baik adalah pakan yang tidak disimpan dalam 2 minggu, tempat penyimpanan kering, tersimpan dalam wadah yang tertutup rapat serta tidak ada udara masuk, dan jika pakan berasal dari pabrik maka harus dipastikan bahwa pabrik tersebut memiliki kualitas yang baik. [6]
Gambar 1.2 Pakan ternak sapi
D.    Macam-macam Pakan Ternak

1.      Pakan Buatan
Merupakan pakan yang disiapkan oleh manusia dengan bahan dan komposisi tertentu yang sengaja disiapkan oleh manusia. Pakan buatan bersifat basa. Untuk jenis pakan basah sebaiknya dihabiskan dalam satu kali pemberian. Namun bila memang harus disimpan, sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dengan batas maksimal 2-3 hari karena jika terlalu lama disimpan, kualitas pakan turun dan tidak bagus untuk dikonsumsi. [7] Pakan buatan digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu :
a.       Pakan lengkap (complete feed)
Merupakan pakan yang diformulasi sedemikian rupa sehingga memiliki semua vitamin esensial dalam jumlah yang diperlukan oleh ternak. Pakan ini ditujukan untuk memberikan pertumbuhan normal pada hewan yang tidak mendapatkan suplai vitamin dari pakan alami.
b.      Pakan suplemen (supplemental feed)
Merupakan pakan yang diformulasi sedemikian rupa hingga mengandung protein dan energy yang memadai, tetapi mungkin kekurangan mikronutrein tertentu.
2.      Pakan Alami
Merupakan pakan yang berasal dari alam. Namun dalam perkembangannya, sumber pakan alami juga bisa berasal dari budidaya. Pakan alami rata rata  memiliki kandungan protein cukup tinggi.
Ada beberapa macam pakan ternak yang berasal dari tanaman tertentu, yaitu
1.      Biji jagung
Jagung mengandung lemak, protein, karbohidrat, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin A, B1, dan air yang bermanfaat sebagai sumber energi bagi hewan ternak. Hewan yang mengonsumsi jagung diantaranya ayam, burung kecil.
Gambar 1.3 Biji jagung, salah satu pakan ternak yang sering digunakan
2.      Biji padi
Melalui proses penggilingan biji padi akan berubah menjadi dedak yang dapat dikonsumsi hewan ternak seperti ayam, bebek, angsa. Dedak berfungsi sebagai sumber energi hewan yang memakannya.
3.      Biji kedelai
Bagian yang digunakan dari biji kedelai adalah kulitnya. Untuk menggunakan kulit kedelai ini diperlukan proses fermentasi dengan bantuan Aspergillus Niger agar tidak memperhambat pembuatan telur pada unggas karena pengaruh tekstur kulit kedelai yang kasar.

E.     Penyakit pada Hewan Ternak dan Cara Mengobatinya

Apabila kita memiliki hewan ternak yang terserang penyakit, alangkah baiknya segera diobati, karena selain dapat menyiksa hewan ternak, bakteri juga dapat menular pada hewan ternak tersebut. Berikut beberapa penyakit yang menyerang hewan ternak :

1.      Cacingan
Penyakit cacingan merupakan penyakit yang paling banyak dijumpai pada ternak. Faktor kebersihan badan dan proses perolehan makanan menjadi penyebab ternak terinfeksi telur cacing yang akhirnya menetas dan berkembang biak pada tubuh ternak. Tanda-tanda ternak terinfeksi cacing yaitu terlihat pada perut yang buncit, kurus dan pucat terutama di daerah selaput dalam kelopak mata, gangguan pada saluran pencernaan, warna bulu terlihat agak suram dan kusut serta bulu mudah rontok.
Cacingan dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan kandang dan pengambilan rumput dilakukan pada siang hari yaitu jam 12.00 sampai jam 13.00. Penggembalaan ternak juga harus dilakukan jauh dari rawa, sungai, atau sawah yang banyak siput air sebagai perantara dari telur cacing.
Untuk hewan yang sudah terkena cacingan, maka cara pengobatannya yaitu dengan memberikan obat cacing. Selain itu juga dapat dilakukan dengan jamu atau pengobatan tradisional yang dibuat dengan cara menyiapkan buah pinang muda yang telah bersih, kemudian ambil cairan buah pinang muda tadi, kemudian minumkan pada ternak sampai cacingan berhenti.
2.      Diare
Diare adalah gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan adanya bibit penyakit atau makanan yang berlebihan. Tanda-tanda ternak terinfeksi diare yaitu mata sayu tidak bercahaya, bulu badan kusam dan tidak bersih, nafsu makan menurun, badan lemas, serta kotoran biasanya berwarna hijau muda atau hijau kehitaman.
Untuk hewan yang terkena diare, maka cara pengobatannya adalah dengan menggunakan garam oralit yang dibuat dengan cara menyiapkan garam 1 sendok (10 gram) dan gula pasir 1 sendok serta 2,5 liter air masak yang dicampur menjadi satu untuk kemudian diminumkan pada ternak yang mengalami diare hingga diarenya berhenti.
3.      Antraks
Antrak adalah penyakit menular yang sangat mudah penularannya karena spoora antrak bertebaran di daun, buah bahan pakan, tanah, dan air. Tanda-tanda ternak terinfeksi antrak yaitu suhu badan tinggi dan  mengalami demam, ternak stress dan tidak tenang, nafsu makan berkurang, pernapasan cepat dan pendek, denyut nadi lemah, kotoran dan air kencing bercampur darah, serta terjadi pembengkakan pada vulva dan dubur.
Gambar 1.4 Hewan yang mati karena antraks
Untuk hewan yang terkena antrak, maka cara pengobatannya adalah dengan menggunakan jamu atau pengobatan tradisional yang dibuat dari cairan daun papaya yang diminumkan secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya sebab jika dibiarkan dalam waktu 2 sampai 6 jam atau 24 setelah terinfeksi hewan ternak akan mati.
4.      Kudis
Kudis adalah gangguan penyakit yang terjadi pada kulit ternak yang dapat menular lewat kontak langsung atau bersentuhan langsung. Gejala ternak terkena kudis yaitu bulu banyak yang rontok, badan kurus, selaput lendir pucat, ternak merasa gatal dengan ditandai menggaruk-garuk seluruh tubuh. Penyakit kudis yang terdapat di bagian mata, hidung, telinga, serta bagian kaki yang berwarna putih kekelabuan disebut Eksim.
Penyakit kudis dan eksim dapat dicegah dengan cara memandikan hewan ternak secara rutin setiap minggu sekali dan menjaga kebersihan kandang serta membuang kotoran ternak. Selain dimandikan, hewan ternak juga harus secara rutin dipotong bulu nya serta memberikan makanan berupa daun dan sayuran dalam jumlah yang cukup.
5.      Sakit mata
Gejala ternak mengalami sakit mata yaitu selaput mata meradang, berair, selalu ditutup dan berkedap-kedip. Bila dibiarkan akan menjadi parah dan dapat menyebabkan ternak menjadi rabun bahkan buta.
Hewan ternak yang mengalami sakit mata dapat diobati secara tradisional dengan cara meneteskan air jeruk limau 1-3 tetes sampai sembuh. [8]
Gambar 1.5 Jeruk limau dipercaya mampu mengobati sakit mata pada hewan ternak


Referensi :
1.      Rasyaf M. 1994. Manajemen Peternakan Ayam Kampung. Yogyakarta : Kanisisus
2.      Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta : PT.Remaja Rosdakarya
3.      Khairuman, Amri K. 2003. Pembenihan & Pembesaran Gurami secara Intensif. Jakarta : AgroMedia
4.      Tiana OA, Murhananto. 2004. Membedah Rahasia Sukses Memelihara Koi. Jakarta : AgroMedia
5.      Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002. Pakan Ikan dan Perkembangannya. Jakarta : Kanisius
6.      Azhari. 2003. Jakarta city tour : tragedi, ironi, dan terror. Jakarta : AgroMedia
7.      Afrianto Eddy, Liviawaty E. 2002. Pemeliharaan Kepiting. Jakarta : Kanisius
8.      Perawatanternakbudidaya.blogspot.co.id